Ah, kali ini saya akan membicarakan orang lain. Tapi agar tak disebut ghibah, maka saya tidak akan membicarakan nama kedua teman saya ini.
Ya saya akan menceritakan tentang kenalan saya, seorang pria separuh baya, sekitar 40 an tahun atau kurang atau lebih (sy tak tahu pastinya). Sudah mapan, punya istri, punya rumah, jauh lebih senior dibandingkan saya. 15 tahunan di atas sy.
Sebelumnya ia bekerja di perush cukup terkemuka di semarang. Katanya sih ingin berwiraswasta. Ia pun bahkan menjadi aktivis salah satu klub wiraswasta cabang semarang. TDA Semarang. Ia pun berkoar2, akan menjadi wiraswastawan sukses.
Namun lama lama lama ditunggu, ternyata tak berani juga keluar dari pekerjaan untuk memulai bisnis wiraswasta secara serius. Saya pun hanya mencibir dalam hati , kenapa tidak berani. Padahal kalau menasehati orang untuk berwiraswasta, hebatnya bukan main. Tapi diri sendiri tak berani melakukannya. Jarkoni……. kata org jawa.
Saya pun lantas menjadi tak hormat kepadanya, dalam hal ini.
Ada lagi teman lain, memiliki cita-cita yang bagus, pintar orangnya. Sering mengatakan ingin begini, ingin begitu. Beli ini beli itu. Pengen buat ini dan pengen buat itu. Dan ini diucapkan seolah2 benar2 akan dilakukan.
Tapi selalu saja ada alasannya, ketika ditanya kenapa belum dieksekusi? Belum punya modal. timing tak tepat. dan ratusan lainnya. Bull shit lah 2 2 nya.
Tapi rasanya sulit untuk membuang tipe teman2 seperti ini. Karena mereka tetap punya jasa ke saya, walaupun saya sering gemas dibuatnya. Diajak berlari tapi tak ada nyali.
PAdahal rugi uang bisa dicari, tapi rugi waktu tak ada yg bisa ganti. Orang sudah tua akan menyesal , kenapa waktunya tidak dipakai untuk sesuatu yang diinginkannya dari hati yang terdalam.
Berbagi